1.169 Kasus Di Januari, Dinkes Lampung Himbau Warga Waspada DBD

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung himbau masyarakat lebih waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) berhubung masih tingginya frekwensi hujan di Provinsi Lampung yang berbanding lurus dengan resiko tingginya kasus penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut, Kamis (07/02/19).

Menurut data yang didapat dari Dinkes Kesehatan Provinsi Lampung, terlihat peningkatan kasus DBD dalam 3 bulan terakhir ini yaitu ada 344 kasus  di bulan Desember, 1169 kasus pada bulan Januari, dan 27 kasus di bulan Februari hingga 4 Februari.

Sedangkan angka Kematian akibat penyakit DBD di bulan Januari ada sebanyak 5 orang yaitu 2 orang dari Kabupaten Lampung Utara, 1 orang dari Kabupaten Lampung Tengah dan 2 orang dari Kabupaten Pringsewu.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Asih Hendrastuti mengatakan, saat ini Jajaran Kesehatan terus mensosialisasikan 1 rumah 1 jumantik.

Artinya, diharapkan kesadaran penuh masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap rumah, dimana di setiap rumah tersebut ada 1 orang Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang akan memantau jentik nyamuk di rumahnya. Apabila Angka Bebas Jentik (ABJ) >90% maka penyebaran penyakit DBD akan menurun.

BACA:   Situasi Memanas, Driver Go-Car Ancam Usir Go-Jek Dari Lampung

“Antisipasi dan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung diantaranya ialah memantau kasus-kasus penyakit menular yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) dimana salah satunya adalah penyakit DBD. Pemantauan dilakukan secara berkala baik melalui laporan rutin (Surveilans) secara berjenjang maupun via telpon dengan pengelola program di 15 Kabupaten/Kota,”ujarnya.

Selain itu, lanjut dr, Asih, pihaknya juga berkoordinasi dengan meningkatkan peran fasilitas pelayanan kesehatan puskesmas dan Rumah Sakit dalam penemuan kasus, penegakan diagnosa dan tata laksana kasus ditingkatkan melalui sosialisasi, ceramah klinik, dan distribusi buku pedoman di seluruh fasyankes.

“Kita juga secara rutin dan kontinyu mengajak masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Gerakan 3M Plus. Upaya pencegahan dan penanggulangan DB juga sangat memerlukan kerja sama lintas program dan lintas sektor terkait serta peran media untuk mensosialisasikannya,”paparnya.

Antisipasi dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh pihak Dinkes ialah mencukupi kebutuhan logistik penanggulangan DBD, yaitu insectisida, larvasida, mesin fogging, baik di Kabupaten/Kota maupun Provinsi sebagai penyedia buffer stock apabila Kabupaten/Kota mengalami kekurangan.

BACA:   Terduga Teroris "R" Sering Jajan di Warungnya, Sujayin: Orangnya Gak Pernah Basa-basi

 

 

 

 

Komentar