Allen, Pedagang Uang Kuno nan Langka di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Uang merupakan alat tukar yang digunakan secara umum oleh manusia sebagai kebutuhan ekonomi untuk membeli suatu barang yang diinginkan. Namun, apa jadinya jika justru uang itu sendiri yang menjadi barang dagangan yang diperjualbelikan?

Di Plaza Pos Bandar Lampung, Jalan Raden Intan, Kelurahan Gunung Sari, Tanjungkarang Pusat, ada seseorang yang berprofesi sebagai penjual uang. Namun, yang dijajakannya uang kuno, baik lokal maupun mancanegara.

Allen namanya. Ia mengaku mulai berjualan uang kuno sejak 2015 lalu. Di Lampung, kata Allen, tidak banyak orang yang berprofesi sebagai penjual uang kuno.

“Kalau di Lampung, ya baru saya yang buka kios resmi jual uang kuno. Ini baru juga dibuka sekitar dua bulanan yang lalu. Sebelumnya saya jual ngelapak di pinggir jalan kawasan Pasar Tengah,” ujar pemilik galeri AYN (Allen Yap Numismatik) ini.

Menariknya, kita dapat melihat berbagai uang kuno miliknya yang berasal dari berbagai negara, mulai dari Afganistan, Suriname, Malaysia, Myanmar, Korea, Arab Saudi, dan lainnya.


Allen di kiosnya yang berada di Plaza Pos Bandar Lampung.

“Pokoknya bervariasi. Ada uang kuno dari Asia, Arab, Eropa, Afrika, dan juga tentunya Indonesia. Banyak juga pengunjung yang suka liat-liat jualan saya. Karena salah satu sisi menarik dari uang-uang kuno adalah gambar dan bentuknya yang unik,” tutur pria kelahiran 9 April 1974 ini.

BACA:   Dihadapan Ribuan Prajurit, Ridho Ficardo Apresiasi Kekuatan TNI yang Turut Membangun Lampung

Setiap hari pasti, kata Allen, ada saja pengunjung yang mampir ke kiosnya, entah hanya melihat-lihat ataupun bertransaksi. Uang-uang kuno itu dijualnya dengan kisaran harga Rp 5.000 sampai jutaan rupiah. Harga tergantung tingkat kelangkaannya.

“Ada beberapa jenis uang jadul yang saat ini menjadi item kolektor dan memang diburu oleh kolektor. Contohnya uang Indonesia seri hewan yang diterbitkan pada tahun 1957. Itu sekarang harganya sudah tembus jutaan. Jadi mahalnya uang jadul bisa dilihat dari tahun edar, kondisi, serta ketersediaan barangnya di pasaran,” beber Allen.

Untuk uang-uang berkategori langka, biasanya Allen tidak langsung memajangnya di kios. Ia akan terlebih dahulu memesan kepada sesama penjual uang kuno.

“Contoh lainnya seperti uang seri hewan pecahan Rp 10 yang bergambar rusa terbitan tahun 1957. Itu kalau ada, harganya bisa tembus puluhan juta rupiah. Harus hunting dulu ke sesama pedagang jika ada yang cari,” tuturnya.

Menurut Allen, salah satu koleksi paling menarik yang ia miliki ialah mata uang Zimbabwe. Uniknya, uang dari negara tersebut memiliki nominal yang superfantastis.

BACA:   Warga Desa Gebang Semarak Sambut HUT RI Ke-73, Dari Lomba Panjat Pinang Hingga Gelar Hiburan Rakyat

“Uang Zimbabwe itu unik. Karena nominal mulai 1 dolar, miliaran, bahkan sampai triliunan dolar. Kemarin saja banyak yang cari uang Zimbabwe di kios saya dan sudah laku juga. Tinggal satu lembar lagi yang nilainya 20 miliar dolar Zimbabwe,” jelas Allen.

Uang Zimbabwe tersebut dibanderol mulai harga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribuan untuk nilai nominal miliaran dan Rp 200 ribu ke atas untuk pecahan triliunan.

Allen mulai mengoleksi uang kuno berawal dari masa SMA. Saat itu ia mendapat warisan uang jadul dari neneknya. Sejak saat itulah ia mulai mengumpulkan jenis-jenis uang kuno dari negara lain.

“Dari situ saya terus mengumpulkan koleksi uang kuno. Lalu tahun 2015 saya ke Lampung untuk usaha uang kuno sampai sekarang,” ujar warga Jalan Selat Malaka 3 No 81, Panjang, Bandar Lampung ini.

Selain berjualan, menerima, serta tukar tambah uang kuno, kiosnya juga menerima pesanan uang mahar dan prangko. “Tapi usaha saya ini sebenarnya bukan untuk cari uang aja. Namun, kepada setiap pengunjung yang datang, saya berusaha untuk mengedukasi mereka agar tahu sisi sejarah dari uang-uang kuno ini,” tandasnya seraya mengatakan, kiosnya buka pukul 08.30-17.00 WIB. (yog)

Komentar

leave a reply