Bandar Lampung Memiliki Penderita TBC Terbanyak se-Provinsi Lampung

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Jumlah penderita Tuberculosis di Bandar Lampung sangat mengkhawatirkan. Bahkan daerah yang berjuluk Kota Tapis Berseri tersebut merupakan wilayah yang memiliki penderita TBC terbanyak se-Provinsi Lampung dan cenderung meningkat setiap tahunnya.

Koordinator SSR TB-HIV Aisyiyah Bandar Lampung, Pristi Wahyu Diawati mengatakan, berdasarkan data capaian dari Sub Sub Recipient (SSR) TBC-HIV Aisyiyah Kota Bandar Lampung sendiri (data non Dinas) saja, kenaikan jumlah suspek (terduga TBC) maupun positif TBC sendiri mengalami peningkatan yang signifikan yang bisa dilihat dari tahun 2015 yaitu ada sebanyak 1286 suspek (terduga TBC) dengan total TB positif sebanyak 303 orang.

“Lalu ditahun 2016, ada sebanyak 2113 orang suspek dengan total TB positifnya sebanyak 415 orang. Pada tahun berikutnya di 2017, suspeknya sebanyak 4423 orang dengan TB positif 528 orang. Dan di tahun 2018 kembali mengalami kenaikan yaitu ada sebanyak 5603 orang yang suspek dengan total TB positif sebanyak 567 orang,”ujarnya.

Sementara di tahun 2019 ini, lanjutnya, rentang dibulan Januari sampai Februari  2019 saja, total penderita TBC positif nya sudah mencapai 110 orang. “Dengan rinciannya yaitu, jumlah suspek atau terduga TBC pada Januari ada 464 orang dan positif TBC sebanyak 51 orang. lalu suspek pada Februari 2019 ada sebanyak 828 orang dan yang positif TBC ada sebanyak 59 orang,”paparnya.

BACA:   Kejar-Kejaran Dengan Pelaku Pembobol ATM Dikampusnya, M. Rofik Dilarikan ke RS Akibat Luka Serius

Menurut Pristi, hal yang menyebabkan begitu tingginya angka penderita TBC di kota Bandar Lampung dipengaruhi oleh beberapa hal. Disamping kepadatan penduduknya yang cukup tinggi (banyak rumah yang berdempetan dan kumuh), juga diakibatkan banyaknya penderita yang malu atau menyembunyikan penyakitnya sehingga enggan untuk berobat.

“Kebanyakan penderita TBC itu malu untuk memeriksakan dirinya ke layanan kesehatan setempat. Dari penemuan kami dilapangan juga, kami banyak melihat penemuan massif atau penderita yang dengan kesadaran sendiri ingin memeriksakan dirinya ke layanan kesehatan itu masih sangat jarang. Maka dari itu kami melakukan program seperti door to door dengan cara mendatangi  secara langsung kerumah warga,”ujar Pristi.

Pihaknya juga menyebutkan, kantong-kantong  terbanyak dan rawan TBC  yang ada di kota Bandar Lampung sendiri berada diwilayah Sukaraja, Bakung, Palapa, Gedong Air, dan Way Halim.

Waspadai Gejala TBC

Penyakit TBC memiliki beberapa gejala awal yang patut diwaspadai, diantaranya seperti batuk berdahak yang berkepanjangan selama kurang lebih dua Minggu, lalu gejala tambahan lainnya yang harus diketahui ialah berkeringat dingin pada malam hari walaupun tidak melakukan aktifitas apa-apa, nyeri di dada, berat badan menurun serta nafsu makan menurun.

BACA:   Babang Tamvan Sukses Pukau Ribuan Pengunjung Lampung Fair 2018

“Teori barunya, jika mengalami batuk berdahak selama 3 hari saja secara berturut-turut itu harus diwaspadai sebagai gejala awal TBC. Adapula faktor resikonya yaitu orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, HIV, perokok, lansia, serta Balita. Jadi jika ada orang yang mengidap gejala utama ditambah gejala tambahan tersebut plus factor resiko, sebaiknya segera ke puskesmas untuk segera diperiksakan,”jelasnya.

 

Komentar