Belum Ada Vaksinnya, Ini Tips Tekan Epidemi Demam Berdarah

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Hingga kini, belum ada vaksin atau obat antivirus bagi penyakit DBD. Tindakan paling efektif untuk menekan epidemi demam berdarah adalah dengan mengontrol keberadaan dan sedapat mungkin menghindari vektor nyamuk pembawa virus dengue.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Asih Hendrastuti mengatakan, Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yang pertama adalah Lingkungan.

“Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dimana masyarakat dapat bergerak dengan melaksanakan Gerakan 3M Plus, yaitu Menguras dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air seperti bak mandi, ember, penampung air lemari es, vas bunga, dll,”paparnya.

Gerakan 3M Plus lainnya, lanjut dr. Asih ialah, Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air dsb; dan, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah.

“Pengendalian DBD juga dapat dilakukan Secara biologis. Vektor nyamuk pembawa virus dengue dapat dikontrol dengan menggunakan ikan pemakan jentik dan bakteri,”tutur dr. Asih.

BACA:   1.169 Kasus Di Januari, Dinkes Lampung Himbau Warga Waspada DBD

Lalu, secara Kimiawi, pemberantasan nyamuk DBD dapat dilakukan dengan pemberian larvasida seperti bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air untuk membunuh jentik nyamuk serta pengasapan (fogging) untuk membunuh nyamuk dewasa atau yang sudah bisa terbang berpindah.

Sedangkan Fogging, dilakukan bila hasil PE/Penyelidikan Epidemiologi+ (positif) yaitu bila ditemukan 1 atau lebih penderita/tersangka DB, atau ditemukan tiga atau lebih penderita panas tanpa sebab dan ditemukan jentik ≥ 5 % maka fogging dilaksanakan dalam radius 200 meter di sekeliling tempat tinggal penderita dan dilakukan dua siklus dengan interval 1 minggu.

Fogging harus dilakukan dengan metode dan dosis tepat serta memperhatikan kesesuaian dengan arah angin sehingga berdampak lebih efektif.

“Selain itu oleh karena nyamuk Aedes aktif di siang hari, maka beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan senyawa anti nyamuk yang mengandung pikaridin atau minyak lemon eucalyptus, serta gunakan pakaian tertutup untuk dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk bila sedang beraktivitas di luar rumah. Dan segeralah berobat bila muncul gejala-gejala penyakit demam berdarah sebelum berkembang menjadi semakin parah,”kata dr. Asih.

BACA:   16 Tersangka Diamankan Polres Way Kanan Selama 2 Pekan Operasi Sikat Krakatau 2018

 

 

Komentar