Dituduh Pro Salah Satu Capres, Begini Kata Pembawa Acara ILC TV One Karni Ilyas

LAMPUNGWAWAI.COM – Karni Ilyas, pembawa acara program Indonesia Lawyers Club (ILC) yang juga wartawan senior, mengakui dirinya sering mendapatkan tudingan memihak pada calon presiden tertentu.

Hal ini diungkapkan Karni ketika menanggapi pengamat politik Salim Said, Rabu (17/10/2018).

Mulanya, Salim Said mengatakan dirinya sebagai orang yang netral dan tidak berpihak sering dituduh pro dengan capres tertentu.

Seperti contoh ia pernah memberikan komentar pada pernyataan capres Prabowo Subianto soal Indonesia akan bubar tahun 2030.

“Saya sebagai independent of server temen-temen saya politisi, Pak Sudirman Said, Pak Ferry tapi saya bukan politisi, posisi saya sangat sulit, kenapa sulit?.”

“Karena kalau kita mau ngomong objektif pasti akan dituduh oh dia pro-Prabowo, oh dia pro-Jokowi.”

“Satu kali saya di-interview mengenai Indonesia akan bubar. Kan ada dulu pernyataan Prabowo mengutip apa, saya mengatakan Indonesia bisa lebih dulu bubar, kenapa? Ya tergantung kalian. Kalau you gak jaga republik ini, gak urus republik ini gak sampai 2030 sebentar lagi akan bubar,” ujar Salim.

BACA:   Rupiah Melemah Ke Level Rp.14.583, Menkeu Sri Mulyani Salahkan Turki?

Pernyataan tersebut diberikan Salim dengan tujuan untuk mewanti-wanti rakyat Indonesia agar saling menjaga dan tidak korupsi di negeri sendiri.

Namun, pernyataan Salim justru dianggap seperti menyepakati pernyataan Prabowo sehingga ia dituding pro pada Prabowo.

Salim pun tidak peduli dirinya dituduh pro dengan capres tertentu.

Karena ia berpendapat sesuai dengan pribadinya dan bukan untuk capres tertentu.

“Kalau you main-main kerjaannya korupsi, nggak bisa itu dipertahankan, saya dituduh pro Prabowo, nggak ada urusan.”

“Itu pendapat saya dan itu saya ajarkan di guru besar ilmu politik baik kalau saya mengajar, tidak ada jaminan negeri ini bertahan kalau kita seenaknya ngurus,”

“Saya ingin mengingatkan bangsa kita jaga bangsa kita ini. Kita ngomong perlu pendidikan ditingkatkan tapi duitnya dicuri, dari mana? Apa kita mau minta lagi IMF bank dunia? Apa kita nggak tobat dikibulin?” kata mantan wartawan senior yang kini jadi akademisi ini.

Pernyataan dari Salim pun turut dibenarkan oleh Karni Ilyas.

Sebagai wartawan dan pembawa acara yang tidak memihak, Karni sering dituding memihak pada capres.

BACA:   Jokowi Apresiasi Gamers Mobile Legend Ini, Sebulan Bisa Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Bahkan, ia sering mendapatkan olokan negatif untuk para pendukung capres.

Celetukan dari Karni ini disambut tawa dari para narasumber maupun hadirin di studio.

Sementara itu, dalam acara yang ditayangkan di Tv One ini memiliki topik bahasan #ILCKebebasanKampus.

Tema ini diambil guna memberikan klarifikasi soal Sudirman Said yang dibatalkan mendadak untuk mengisi acara seminar di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Salim Said, Sudirman Said, Ferry Mursyidan, Faldo Maldini, Effendy Ghazali, Rian Ernest, dll.

Sebelumnya, Sudirman Said akan didapuk menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan oleh BEM dan organisasi di UGM.

Namun, pembatalan dilakukan mendadak di hari yang sama dengan acara tersebut berlangsung.

Ia mengatakan jika ia diberitahu bahwa acara dibatalkan ketika dirinya sudah akan berangkat ke tempat acara, Jumat (12/10/2018).

“Jadi habis salat Jumat menjelang berangkat ke kampus saya diberitahu oleh panitia pak ini kelihatannya ada hambatan.”

“Tadi pagi katanya tiba-tiba pihak BEM membatalkan kerjasama, kemudian disuruh keluar surat pernyataan dari BEM bahwa kegiatan itu bukan kegiatan BEM,” ujar Sudirman saat menjadi pembicara di tayangan Kabar Petang Tv One, Sabtu (13/10/2018).

BACA:   Tak Pernah Ajarkan Siswa Radikalisme, Begini Penjelasaan Siswa TK Pakai Cadar Saat Pawai Budaya

Namun, setelah dibatalkan, Sudirman tetap melanjutkan diskusi di sebuah warung dengan sebagian para peserta diskusi.(*)

Komentar

leave a reply