Dukung KPID Jabar Batasi Jam Tayang 17 Lagu Vulgar, Avip: Idealnya Terapkan di Lingkup Nasional

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Terkait ramainya pro dan kontra mengenai Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat yang mengeluarkan surat edaran untuk membatasi jam penayangan 17 lagu berbahasa Inggris yang dinilai vulgar, Pengamat Musik Lampung, Bagus S Pribadi angkat suara menyatakan dukungannya terhadap peraturan tersebut.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) ini sangat setuju karena peraturan tersebut setidaknya dapat mengurangi konten-konten vulgar yang seyogyanya tidak pantas di didengar ataupun dipertontonkan kepada remaja dan anak dibawah umur, Minggu (10/03/19).

Bahkan ia pun mengucap, seharusnya peraturan tersebut bisa diterapkan dalam lingkup nasional melalui Komisi Penyiaran Indonesia(KPI) untuk mengeluarkan peraturan serupa dengan mengkaji konten-konten yang tidak sesuai secara mendalam lagi.

“Saya sangat setuju sekali dengan adanya peraturan itu, dan harusnya KPI sebagai pemegang kebijakan secara nasional bisa ikut berperan untuk megeneralisir masalah ini. Karena saat ini banyak sekali lagu-lagu yang memiliki lirik maupun visual yang liar sehingga sangat tidak pantas dikonsumsi anak dibawah umur,”ujar pria yang akrab disapa Avip ini.

BACA:   Duh, Lampung Peringkat Ketiga PNS Koruptor Terbanyak di Indonesia

Ia menjelaskan, persoalan eksploitasi seksualitas yang terdapat pada konten lagu dan visual di Indonesia saat ini sudah semestinya menjadi kebijakan nasional. Persoalan banyaknya kubu yang tidak setuju dengan peraturan tersebut alih-alih menyebut sebagai program yang sia-sia, Avip mengatakan, kepentingan umum harusnya diprioritaskan daripada kepentingan personal.

“Okelah bagi netizen yang tidak setuju dengan peraturan tersebut karena menganggap baik buruknya suatu konten itu merupakan hak setiap orang yang memilahnya. Kalau berbicara masalah hak, tiap personal kan bisa mencari sendiri privasinya masing-masing, itu sah-sah saja. Tapi ketika kita berbicara mengenai kepentingan umum, disitu pula ada hak dari orang-orang yang tidak seharusnya mendengar ataupun melihat konten yang memang tidak pantas untuk dikonsumsi khalayak,”jelasnya.

Konten-konten yang berbau pornografi ataupun yang tidak sesuai kaidah, lanjut Avip, efek negatifnya dapat menyebabkan candu bagi penikmatnya. Jika hal ini dibiarkan tanpa filterisasi, maka akan berdampak buruk bagi indivindu tersebut.

“Contohnya, ada lagu-lagu yang lirik, efek musik, serta videonya yang cenderung membuat si pendengarnya ingin bunuh diri, berbuat kejahatan, seksualitas, dan ritual-ritual tertentu, secara psikologis pastinya akan mempengaruhi alam bahwa sadar, menghipnotis pikiran kita untuk melakukan tindakan yang sudah kadung terekam di otak melalui apa yang kita lihat, dengar dan rasa itu,”ujar Avip.

BACA:   Sudah Final, PKS Tetapkan UAS-Salim Segaf Cawapres Prabowo

Pria yang juga berprofesi sebagai musisi dan pencipta lagu tersebut mengajak kepada sesama seniman musik lainnya agar dapat berkarya dengan kreatifitas atau estetika yang tidak melanggar norma-norma negatif agar memberikan nilai manfaat terhadap apa yang dia buat.

“Sebagai seorang seniman apapun disiplinnya, sudah pasti setiap karyanya akan dipertanggungjawabkan baik kepada manusia lain yang mengkonsumsinya maupun dengan Tuhan nya,”tuturnya.

Menyinggung mengenai Hari Musik Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Maret, Avip merasa, bahwa hari musik sebagai momentum untuk menandai musik Indonesia masih belum dikata sebagai tanda ceremonial, apalagi memberi arah bagi segenap penggiat musik.

Menurutnya, masih jauh jika kita berharap Hari Musik Nasional dapat di gegap gempitakan seperti hari Kartini contohnya. “Musik di Indonesia masih dianggap hanya sebagai wahana bagi semua ‘kegembiraan’. Tapi sedikit sekali yang memberi ‘gizi’ bagi denyut perkembangannya. Terakhir, ada upaya menggolkan UU Permusikan, tapi jauh panggang dari api. Esensi pasal demi pasal cenderung justru memasung kreatifitas musisi. Jauh dari harapan menjadi pemberdaya bagi musisi tanah air,”tutupnya.

BACA:   Sosok Presiden Terpilih Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

 

 

 

Komentar