Folklor Nusantara Ini Memiliki Persamaan Dengan Dongeng Luar Negeri

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Belum ada catatan tertulis tentang dongeng tertua di Nusantara, dan berapa umurnya. Kesulitan melacak akar dongeng di Nusantara juga disebabkan oleh kultur sastra lisan yang begitu kuat di kawasan-kawasan yang kini disebut “Indonesia.” Satu yang pasti, dongeng-dongeng di Nusantara ternyata punya banyak kemiripan struktur dengan dongeng di kawasan lain, bahkan negara lain.

Menurut Danandjaja, James (1986: 56), Folklor Indonesia,  pada dasarnya persamaan unsur-unsur dalam cerita dikarenakan adanya dua kemungkinan, yakni: (1) monogenesis, yaitu suatu penemuan diikuti proses difusi (diffusion) atau penyebaran, (2) polygenesis, yang disebabkan oleh penemuan-penemuan yang sendiri (independent invention) atau sejajar (parallel invention) dari motif-motif yang sama, di tempat-tempat yang berlainan serta dalam masa yang berlainan maupun bersamaan.

BACA:   Ridho Ficardo: Renungan Buat Kita Semua, Jangan Lupakan Jasa Pahlawan

Berikut adalah beberapa dongeng nusantara yang memiliki persamaan cerita dengan dongeng luar negeri. Yang pertama ada Cinderella (Inggris)dengan Ande-Ande Lumut (Jawa) yang pada kedua cerita rakyat tersebut memiliki beberapa persamaan mulai dari sama-sama bersetting/latar belakang di istana sentris/masa kerajaan.

Secara tematik juga, Cinderella dan Ande-Ande Lumut juga menceritakan kehidupan gadis cantik yang hidup sengsara dan miskin tetapi kehidupannya berubah ketika bertemu jodohnya yang dari keluarga kaya (keluarga kerajaan), serta dalam segi kesejajaran teks, kedua cerita tersebut memiliki banyak persamaan.

Diantaranya dalam segi judul (sama-sama mengambil judul dari tokoh utama), serta alur yang serupa antara Cinderella dan Ande-Ande Lumut yang sama-sama memiliki saudara tiri jahat.

Ilustrasi Dongeng Momotarou

Selain itu persamaan cerita rakyat nusantara lainnya yang dapat ditemui ada pada dongeng Momotarou (Jepang) dengan Timun Emas(Pulau Jawa). Kedua cerita rakyat ini dalam alurnya memiliki persamaan mulai dari kisah kakek dan nenek dalam cerita Momotarou karya Junji, Kinoshita. 1969. Nihon No Minwa. Mainichi Shinbunsha, dan nenek/mbok Rondo dalam buku Timun Emas dan Raksasa yang disusun oleh MB. Rahimsyah (terbit pada tahun 2005) yang sama-sama menginginkan anak.

BACA:   Ricuh di Geprek Bensu Kedaton, Korban Lutfi Dikabarkan Patah Tangan

Asal muasal dari masing-masing tokoh utamanya pun sama-sama berasal dari buah-buahan, yaitu Momotarou lahir dari dalam buah Persik, serta Timun Emas yang berasal dari Mentimun. Dan pada akhir jalan dari kedua cerita rakyat tersebut baik Momotarou dan Timun Emas mereka sama-sama melawan raksasa.

ilustrasi Cerita Timun Emas

Yang terakhir, persamaan unsur cerita rakyat dapat kita lihat pada dongeng Lutung Kasarung (Jawa Barat) dengan dongeng dari Perancis yang dipopulerkan oleh Walt Disney yaitu Beauty and the Beast. Beberapa persamaannya dapat kita lihat yang pertama pada penokohannya.

Pada cerita Lutung Kasarung, tokoh sang raja, yaitu Prabu Tapa Agung di Kerajaan Galuh, Pasir Batang mempunyai tujuh orang putri yang semuanya cantik jelita yaitu Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, dan si bungsu, Purbasari.

Dalam cerita Beauty and The Beast pun diceritakan seorang pedagang yang memiliki tiga putri cantik bernama, Pretty, Sweety, dan Beauty. Persamaan lainnya terdapat tokoh buruk rupa yaitu Beast seekor perwujudan binatang buas yang ternyata seorang pangeran tampan yang dikutuk oleh Penyihir jahat.

BACA:   Pegang Izin dan Merasa Dizalimi, King Karaoke Tolak Ditutup

Sedangkan pada cerita Lutung Kasarung,  dimana Lutung Kasarung adalah penjelmaan dari Pangeran Guruminda Kahyangan yang dikutuk menjadi hewan monyet (Lutung). Lalu pada akhir kedua cerita tersebut pun mereka sama-sama hidup bahagia.

Komentar