Gebrak Stop BABS, Way Kanan ODF Februari

WAYKANAN, LAMPUNGWAWAI.COM – Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) masyarakat di Kabupaten Way Kanan kian menurun. Hal tersebut buah dari gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah  Kabupaten Way Kanan dalam mengeliminasi perilaku BABS untuk percepatan pencapaian target 100% universal akses sanitasi.

Data dari Smart STBM per 30 Januari 2019, akses sanitasi Kabupaten Way Kanan telah mencapai 97,11 %  dan menduduki peringkat 89 di Indonesia.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Rusgianto, M.Kes saat kegiatan audiensi dengan Bupati Way Kanan dengan team Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan Yayasan Konservasi Way Seputih, Rabu (30/01/19).

“Pada tahun 2018 Kabupaten Way Kanan ada di peringkat 421 untuk akses sanitasi dari 514 kabupaten kota di Indonesia, dan di Januari 2019 ini kami telah naik peringkat, Minggu lalu kami melakukan verifikasi Open Defecation Free (ODF)/Stop Buang Air Besar Sembarangan di 121 desa dan kelurahan, dan minggu ini sebanyak 106 desa. Upaya mengeliminasi perilaku BABS masyarakat Kabupaten Way Kanan terus dilakukan dengan pendekatan STBM dan pelibatan multistakeholder,” ungkap Anang.

BACA:   Nenek Tewas Tercebur Sumur

Kabupaten Way Kanan merencanakan melakukan deklarasi ODF pada Minggu ke tiga bulan Februari, setelah proses verifikasi yang dilakukan team dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung selesai.

Bupati Way Kanan Hi. Raden Adipati Surya, SH, M.M menyampaikan komitmennya untuk pencapaian 100% universal akses sanitasi tahun 2019 dengan diawali seluruh masyarakat Way Kanan mengakses atau menggunakan fasilitas jamban sehat.

“Saya tidak mau lagi ada warga yang BABS di sungai maupun di kebun, semua masyarakat harus memiliki dan mengakses fasilitas jamban sehat. Way Kanan akan buktikan sungai bukan lagi menjadi tempat orang BABS. Upaya terus kami lakukan lewat pemicuan, dan mengalokasikan dana APBD maupun anggaran dana desa untuk penyediaan sarana sanitasi untuk warga khususnya keluarga tidak mampu,” tutur Adipati.

Bupati juga menuturkan bahwa pembuatan regulasi seperti Peraturan Bupati tentang percepatan universal akses, pembentukan Pokja dan team gebrak stop BABS, hingga peningkatan anggaran untuk bidang sanitasi telah dilakukan, namun itu saja tidak cukup karena harus didukung dengan komitmen seluruh pihak.

BACA:   Diduga Cemburu, Nekat Hajar Ayah dan Anak

“Yang paling penting adalah komitmen dan konsistensi untuk menjaga agar warga tidak BABS, mendorong, membangun, itu mudah tapi yang terpenting untuk sebuah keberhasilan adalah menjaga untuk keberlanjutan khusus pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih, Febrilia Ekawati, saat audisi dengan Bupati Way Kanan menyampaikan bahwa progres percepatan pencapaian universal akses sanitasi di Kabupaten Way Kanan sangat signifikan, meski tidak ada pendamping, Way Kanan bisa menunjukkan keberhasilannya.

“Kabupaten Way Kanan ini kan sangat luas, banyak sungai, kebun dan hutan, budaya BABS masyarakat yang dilakukan sudah menjadi kebiasaan dan turun temurun, namun dengan komitmen dari Bapak Bupati dan team gebrak telah menunjukkan bahwa semua itu bisa diubah, bahkan yang sangat menarik bahwa ODF adalah sebuah Pi’il untuk masyarakat khususnya kepala desa, strategi yang dilakukan oleh pemkab Way Kanan tentunya bisa menjadi motivasi untuk kabupaten dan kota lainnya, seperti halnya Kabupaten Pringsewu yang telah ODF” ungkap Febri.

Komentar