Mangkal di Lampu Merah, Dalam Sebulan Pengamen Lampung Ini Bisa Raup Penghasilan Rp 15 Juta

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI COM – Warga Bandar Lampung tentu tidak asing lagi dengan kelompok pengamen jalanan ini. Baron Angklung namanya, yang biasa mangkal di perempatan lampu merah, Jalan Wolter Monginsidi, Pengajaran, Bandar Lampung.

Namanya Wendy (29), pentolan kelompok pengamen “Baron Angklung”. Ia bercerita, sudah menjalani profesi ini kurang lebih satu tahun lamanya. Tidak hanya mangkal di lampu merah, mereka sering mendapatkan job undangan dari para penggemar seni angklung. Mulai, dari mengisi acara ulang tahun, arak-araan pernikahan, pentas seni, HUT instansi, dan sebagainya.

“Kalo lagi dapet job, kami mematok harga sekira harga Rp.500.000 – Rp. 1.000.000 per sekali tampil. Sesuai kesepakatan ajalah, yang pentingkan sesuai. Apalagi, di sini kami punya lima personil yang hasilnya tentu bakal dibagi rata,” ungkap Wendy saat berbincang santai dengan lampungwawai.com, Sabtu (4/8/2018)

Dia mengatakan, ketika mangkal di lampu merah penghasilan mengamen harian mereka di kisaran Rp 300 ribu – Rp 500 ribu per hari. “Nggak pasti mas, tapi lumayanlah daripada nganggur. Kami percaya rezeki sudah di atur Tuhan, tinggal gimana kita menjemputnya saja,” kata Wendy optimis.

BACA:   BPN Bandar Lampung Siap Terbitkan 8.500 Sertifikat Gratis

Wendy menuturkan, setiap harinya mereka bermain angklung di dekat lampu merah Jalan Wolter Mongosidi, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB pada hari-hari tertentu.

Teguh (20), salah seorang pengendara motor mengaku, kehadiran grup musik angklung di lampu merah patut di apresiasi. Apalagi, mereka tampil unik dan punya nilai jual tinggi dari sisi keseniannya.

“Asyik, seru, dan nggak ngebosenin aja, apalagi mereka mainin angklung-nya itu luar biasa seperti seorang profesional aja. Nggak ganggu, kok malah asyik. Hebatnya lagi, musik yang mereka dihasilkan nggak fals.(her)

 

Komentar

leave a reply