Millennial Road Safety Festival Lampung, Mulai Pawai Hias Budaya sampai 4 Rekor MURI-LEPRID

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Puluhan ribu masyarakat tumpah ruah di Tugu Adipura Bandarlampung dalam gelaran Millenial Road Safety Festival  (MRSF)Minggu (03/02/19). Acara yang digagas oleh POLRI melalui Direktorat Lalulintas (Ditlantas) POLDA Lampung tersebut diisi dengan berbagai hiburan dan sesi menarik mulai makan durian bersama, rekor MURI, penampilan band Coklat, sampai peserta pawai mobil budaya yang diikuti oleh pihak SMP se Kota Bandarlampung.

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai elemen sudah mulai memadati 4 penjuru jalan yaitu Jl. Raden Intan, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Diponegoro, dan Jl. Ahmad Yani dengan titik kumpul di Bundaran Gajah Tugu Adipura Bandarlampung.

Masyarakat yang hadir tampak berpartisipasi dengan melakukan penandatanganan keselamatan berlalu lintas pada kain putih yang dibentangan sepanjang jalan dilokasi tugu Adipura tersebut. Tukul Arwana yang turut menghibur dalam pembukaan acara tersebut kerap membuat warga tertawa dengan celetukan komedinya dalam memandu jalannya acara. Ia pun turut menyumbang sebuah lagu berjudul “Don’t Worry” yang membuat suasana helatan semakin meriah.

Acara ini dibuka oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Purwadi Arianto yang dihadiri pula oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo serta Walikota Bandarlampung Herman HN.Dalam pembukaan tersebut, Kapolda Lampung mengatakan bahwa Millenial Road Safety sendiri merupakan gerakan keselamatan berlalu lintas yang utamanya ditujukan kepada kaum millennial.

BACA:   Ditetapkan Tersangka TPPU, KPK Terus Telusuri Aset Bupati Lamsel Nonaktif Zainudin Hasan

Berhubung saat ini memang angka kecelakaan yang ada menunjukan bahwa 57 % kasus kecelakaan ada pada usia produktif yaitu antara15 sampai 38 tahun. “data yang ada pada POLDA Lampung sendiri ditahun 2018, bahwa jumlah angka kecelakaan di Lampung ada sebanyak 4000an orang dan 800 orang diantaranya meninggal dunia, 57 persen nya tersebut ada pada usia produktif. Maka dari itu, generasi millennial memang menjadi perhatian kami dalam kampanye Millenial Road Safety ini,”ujar Irjen. Pol. Purwadi Arianto.

Provinsi Lampung menjadi kota kedua penyelanggaraan beragam kegiatan pada acara Millenial Road Safety Festival yang memecahkan 4 rekor  yang dicatat oleh MURI dan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yaitu Penandatanganan Peduli Keselamatan Berlalu Lintas oleh kaum milenial terbanyak,  makan durian bersama terbanyak oleh massa yang berjumlah 26 ribu peserta, lalu Pemrakarsa Kampanye Gerakan Moral Menggunakan Gelang Keselamatan Berlalu Lintas Diikuti Peserta Terbanyak sejumlah 26 ribu peserta,  pelepasan burung merpati sebanyak 1.000 ekor burung, dan pemakaian gelang millennial terbanyak sebanyak 26.000 orang.

BACA:   Slank "Bius" Ribuan Penonton di Lapangan Saburai

Acara ini juga diisi dengan penampilan Marching band serta Patroli Keamanan Sekolah tingkat SMP/SMA se Kota Bandarlampung untuk mengkampanyekan gerakan patuh berlalu lintas yang melakukan pawai keliling  dengan rute jalan R.A. Kartini-Brigjen Katamso (Simpur)-Jl. Raden Intan.

Akhir acara Millennial Road Festival ini di tutup dengan pawai mobil budaya yang diikuti oleh pihak SMP se Kota Bandarlampung dengan menampilkan hiasan-hiasan tradisional yang mencirikan budaya dari 34 provinsi se Indonesia.

Salah satu yang menarik dari sekian banyak kendaraan hias adalah peserta pawai mobil budaya perwakilan dari SMP Negeri 1 Bandarlampung yang menampilkan 2 mobil hias bergaya Kalimantan Tengah dan Provinsi Lampung sendiri.

Mobil budaya dari SMP N 1 Bandarlampung dihias dengan bentuk ular naga dengan dandanan peserta yang bercirikan adat budaya suku Dayak. Sedangkan Satu mobil hias lagi menggambarkan khas kebudayaan lampung dengan peserta yang didandani ala pengantin lampung Saibatin dan Pepadun.

Min Ruminah, Koordinator Lapangan/Guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Bandarlampung mengatakan, bahwa pihaknya mengirim 2 mobil hias yang bergaya Kalteng dan Lampung. Bahwasanya dalam gelaran Millennial Road Safety Festival tersebut, pihak SMP se Kota Bandarlampung memang diinstruksikan untuk mengikuti acara dengan mengirimkan mobil hias bercirikan budaya daerah Indonesia.

BACA:   Lampung Hijrah Fair Diharapkan Gerakan Sektor Ekonomi

“Kebetulan kami pihak SMP N 1 Bandarlampung mendapat bagian bertemakan Kalimantan Tengah dan Lampung. persiapan untuk menghias mobil budayanya sendiri memerlukan waktu sekitar 4 hari yang dikerjakan oleh tim lapangan sekolah, jadi masing-masing mobil hias budaya ini bentuknya disesuaikan dengan kreatifitas oleh masing-masing pihak sekolah. Sebelum mendesain kami juga melihat hal-hal apa yang berkaitan dengan cirri khas/ikon daerah tersebut kemudian diaplikasikan kepada desain hias pada kendaraan pawainya sendiri,”ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam helatan Millennial Road Safety tersebut dikatakannya selain bisa mengekspresikan kreatifitas masing-masing sekolah juga sekaligus dapat mengenalkan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia melalui mobil hias budaya tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

Komentar