MS Pantai Mutun Gelar Ajang Pemilihan Model Fashion Show Brand Ambassador

PESAWARAN, LAMPUNGWAWAI.COM – MS Pantai Mutun Lampung adakan Ajang Pemilihan Model Fashion Show Brand Ambassador pada Sabtu-Minggu (23-24/03/19). Puluhan peserta yang ikut diseleksi dan dipilih mana yang terbaik yang nantinya akan menjadi duta wisata di salah satu tempat wisata terbaik di Lampung tersebut.

Salah satu pengelola/ Kepala Bagian Marketing Kayu “N” Day Café and Resto MS Pantai Mutun, Artika Pramesti mengatakan, gelaran tersebut dihelat sebagai ajang pencarian bakat kepada anak-anak muda Lampung dengan beberapa kategori umurnya. Yang nantinya setelah melalui proses seleksi dari para dewan juri, para juara dari masing-masing kategori tersebut akan menjadi duta wisata bagi MS Pantai Mutun.

“Jadi yang diperlombakan dalam Ajang Pemilihan Model Fashion Show Brand Ambassador MS Pantai Mutun ini ada 3 kategori, yaitu anak usia 4-12 tahun, kategori remaja usia 13-19 tahun, dan dewasa usia 20-45 tahun. Total peserta yang mengikuti helatan tersebut ada sekitar 50an orang lebih,” ujarnya, Senin (25/03/19).

Dari puluhan talent tersebut, lanjut Artika Pramesti, peserta diseleksi menjadi Tiga besar untuk masing-masing kategorinya. Setelah itu, para finalis akan kembali berlaga memperebutkan posisi terbaik yang akan dihelat pada Minggu (31/03/19) besok.

“Acara yang sudah kami gelar Dua hari kemarin (Sabtu-Minggu), itu proses seleksi penyisihan dengan melakukan penilaian dari sisi penampilan dan catwalk di panggung.  Nanti pada kegiatan pamungkasnya, kembali kami lakukan seleksi yang lebih ketat lagi seperti tes pengetahuan umumnya secara personal. Karena mereka akan dipersiapkan sebagai duta wisata MS Pantai Mutun, maka selain fisik, kecakapan serta pengetahuan mereka khususnya tentang Lampung dan dunia pariwisata di Lampung akan menjadi poin utama dalam penilaiannya,”tutur Artika.

BACA:   Selamat Buat Way Kanan, Kostum Fantasy Tapis Sabet Penghargaan di Ajang Festival Krakatau 2018

Sementara itu, Pemilik MS Pantai Mutun Lampung, Mochtar Sani mengatakan, Acara yang dihelat dengan menggandeng Dinas Pariwisata Provinsi Lampung dan Pesawaran, Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Pesawaran, serta Zigerz Production tersebut, selain sebagai ajang untuk memilih Duta Wisata ditempatnya, juga sebagai upaya untuk mengembangkan bakat anak usia muda, dan para remaja di Lampung dalam lingkup yang positif.

“Pemenang acara ini ialah untuk memilih siapa yang terbaik untuk menjadi brand ambassador kita di MS Pantai Mutun, dimana mereka nanti akan mempromosikan tempat wisata kami melalui berbagai element. Contohnya bagi kategori anak-anak itu nanti mereka bisa berpromosi dilingkup sekolah-sekolah, sedangkan bagi kategori remaja, pemenangnya nanti akan melakukan promosinya diberbagai ruang mulai dunia kampus, kantor-kantor dinas, tempat umum dan lain-lain. Bukan saja berpromosi di Lampung, namun cakupannya bisa lebih luas lagi seperti di kota-kota besar diluar Lampung seperti Jakarta, Bandung dan sebagainya,”ujarnya.

Sisi positif dari gelaran tersebut, lanjut Mochtar Sani, akan memberdayakan proses kreatifitas dari generasi muda di Lampung saat ini. Harapannya ialah, selain dapat memperkenalkan potensi pariwisata di Lampung, dan MS Pantai Mutun pada khususnya, juga dapat memupuk rasa nasionalisme para generasi mudanya.

BACA:   Coba Racikan Pelatih Baru, Lampung Sakti Ujicoba Putrad PB

Acara ini juga dimeriahkan oleh beberapa penampilan bintang tamu, salah satunya ialah Band Anima yang menghibur para pengunjung MS Pantai Mutun dengan beberapa lagunya.

Megastruktur MS Pantai Mutun di Tahun 2019

Kawasan wisata Pantai Mutun kini sedang berbenah demi meningkatkan kualitas dan kemajuan dunia pariwisata di provinsi Lampung. Rencana yang sedang dilakukan oleh pihak pengelola di tahun 2019 ini salah satunya ialah membangun hotel berbintang Lima.

Pemilik Pantai Wisata Mutun, Mochtar Sani mengatakan, ditahun 2019 ini pihaknya mulai bergerak untuk merombak kawasannya tersebut setara dengan kawasan wisata bertaraf internasional mulai dari hotel bintang lima, dermaga, serta pusat kuliner.

“Ini merupakan rencana besar kita yang dinamakan program Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Teluk Pandan yang memiliki luas keseluruhannya yaitu 860 hektar, lingkup areanya meliputi Pantai Mutun, Pulau Ringgung, Pulau Tangkil, dan Pulau Tegal,”ujarnya.

Di kawasan Pantai Mutun sendiri yang saat ini sedang akan dibangun adalah hotel berbintang lima, sedangkan untuk dermaga sedang proses pembangunan yang nantinya akan dibangun atau berkonsep Marina (pelabuhan khusus yang disediakan untuk kapal pesiar).

“Hotel bintang lima Insya Allah akan mulai dibangun setelah pemilu, sementara ini akses jalannya sudah kita bangun. Sedangkan dermaga itu nantinya berkonsep Marina yang diperuntukan wisata kapal pesiar local dengan rute Ancol-Tanjung Lesung- Teluk Lampung,”ujar Mochtar.

BACA:   Pendemo Go-Jek Bawa Poster Unik, Hingga Karangan Bunga

Saat ini, pembangunan yang sudah terealisasi di kawasan pantai Mutun ialah Kayu “N” Day café and resto serta Glamour Camping. Selain itu, kawasan pantai yang memiliki luas 107 hektar tersebut juga direncanakan akan dibangun cottage terapung.

“Glamour Camping sendiri merupakan tempat wisata yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan. Tempatnya di salah satu bukit di kawasan pantai mutun ini, dan kelebihannya kalau naik keatas sana, kita dapat melihat Tiga wilayah sekaligus yaitu Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Pesawaran. Ini merupakan potensi yang luar biasa. Disana nanti juga akan dibuat cluster-cluster,”paparnya.

Tidak sampai disitu saja, pembangunan mega struktur lainnya yang direncanakan akan dibangun di kawasan pantai Mutun tersebut diantaranya ialah Cable Car (kereta gantung) yang akan menghubungkan antara pantai Mutun dengan Pulau Tangkil.

“Saya sudah punya grand desain secara keseluruhan untuk pembangunan kedepannya, termasuk juga nanti disini akan dibuat restoran terapung seluas 10 hektar, adapula rencana pembangunan pasar rakyat, dan restoran eksklusif di atas bukit yang dapat berputar yang dimana pengunjung bisa duduk disuatu tempat dan ketika keluar tempat posisi duduknya sudah berbeda,”ujar Mochtar.

 

 

 

 

 

 

Komentar