Musim Hujan Waspadai Hewan Ini

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Saat musim penghujan, biasanya banyak terlihat jenis-jenis hewan yang pada musim kemarau jarang muncul atau kita temui, salah satunya yang patut kita waspadai ialah ular. Hewan melata ini tak jarang dijumpai akan masuk kerumah untuk mencari mangsanya seperti tikus, katak atau serangga lainnya.

Pembina Atrox Snake Lampung (Perkumpulan Pecinta Satwa Reptil dan Satwa Melata Ular), Subari mengatakan, khususnya untuk hewan ular, baik musim kemarau maupun penghujan potensi terlihatnya hewan melata tersebut sama besarnya. Bedanya, ketika kemarau ular yang berada di dataran tinggi akan turun ketempat yang lebih rendah untuk mencari air.

Sedangkan pada musim hujan, hewan tersebut akan keluar dari persembunyiannya ketika habitatnya tergenang oleh air dan otomatis ular akan mencari tempat yang lebih nyaman seperti contohnya pemukiman warga.

“Untuk wilayah Lampung, ada jenis ular yang patut di waspadai yaitu ular Kobra (Naja sumatrana) dan ular Weling (Bungarus candidus) karena kedua jenis ular tersebut berbisa tinggi. Sedangkan jenis lainnya seperti ular Kadut (Homalopsis buccata) dan ular rumah (Licodon aulicus)juga biasa terlihat namun mereka merupakan golongan ular yang tidak berbahaya,”tutur Subari, Jumat (11/01/2019).

BACA:   Dua Kurir Sabu Dibekuk, Dua DPO Polisi

Subari melanjutkan, ciri-ciri ular yang harus diwaspadai ini yaitu pada ular Kobra/ular sendok memiliki  warna hitam mengkilap serta panjangnya sekitar Satu meter atau lebih, dan akan menegakkan atau mengangkat hampir setengah badannya lalu memipihkan bagian lehernya sehingga terlihat seperti sendok dan mendesis jika dirinya merasa terganggu.

“Kobra merupakan hewan yang sangat agresif dan akan menyerang jika dia kaget sedikit saja serta dapat menyemburkan bisa nya. Maka dari itu Naja Sumatrana patut diwaspadai karena ular ini bisa kita jumpai dimana saja mulai dari hutan, perkebunan, sampai pekarangan rumah. Kobra juga memiliki track record sebagai penyebab kasus gigitan ular terbanyak khususnya di Lampung,”ujarnya.

Lalu jenis ular lainnya yang bisa dibilang sebagai ular paling berbahaya di Sumatera termasuk Lampung sebagai habitatnya adalah ular Weling (Bungarus candidus) dengan ciri-ciri memiliki corak warna belang hitam dan putih pada sisi-sisi (Dorsal) punggungnya mulai dari kepala sampai ekornya.

Ular Weling (Bungarus Candidus)

“Ular Weling biasa ditemukan di permukiman penduduk yang dekat dengan sawah, tapi kasus gigitan oleh ular ini sangat jarang terjadi karena memang karakternya bisa dibilang pemalu dan cenderung menghindari manusia. Namun sekali lagi ular ini sangat patut diwaspadai karena Weling merupakan ular darat yang paling berbisa di Sumatera dan Lampung khususnya, dengan urutan tingkat high venom tertinggi diikuti oleh ular Welang (Bungarus fasciatus) urutan nomor Dua, King Kobra di urutan ke Tiga dan Naja (Kobra) urutan ke Empat,”paparnya.

BACA:   3 Colt Diesel Bermuatan 30 Ton BBM Ilegal dari Palembang Diamankan

Namun pada umumnya, ular cenderung menghindari manusia kecuali dalam kondisi tertentu seperti banjir, musim kawin dan saat sedang hamil. Subari menghimbau, jika masyarakat bertemu dengan ular lebih baik diusir saja dan sebaik mungkin jangan dibunuh.

“Mengusir ular bisa dengan kayu ataupun sapu, atau jikalaupun yang ditemui merupakan ular berbisa, sebisa mungkin dapat dievakuasi dari tempat yang jauh dari permukiman oleh orang yang mengerti dengan ular,”ucapnya.

Sebagai salah satu Pembina Komunitas Atrox yang beralamat di Jalan Dr. Harun 3 No. 18, Kota Baru, Tanjung Karang Timur, Subari juga memberi penjelasan sekilas untuk mengetahui manakah jenis ular yang berbisa maupun yang tidak, salah satunya ialah dari perbedaan bentuk kepalanya.

“Dari tipe venomnya, ciri ular yang berbisa tinggi itu sekilas bisa dilihat gerakannya yang cenderung lambat, beraktifitas pada malam hari, membunuh mangsa dengan menyuntikan bisa dan kepalanya berbentuk segitiga. Sedangkan untuk tipe ular berbisa menengah atau tidak berbisa dilihat dari gerakannya yang cepat, aktifitas pada siang hari dan membunuh mangsanya dengan cara membelit, serta memiiki bentuk kepala bulat telur,”paparnya.

BACA:   Pemohon Pembuatan Paspor Imigrasi Pringsewu Meningkat

Tapi dari beberapa ciri tersebut juga, Subari pun menjelaskan ada pengecualian seperti ular Weling, Welang, King Kobra, dan Kobra misalnya, mereka  ular berbisa tinggi namun memiliki bentuk kepala bulat telur.

Lalu seperti ular Sanca Batik yang tidak berbisa namun memiliki aktifitas dimalam hari  dan king Kobra yang berbisa tinggi namun beraktifitas pada siang hari.

Komentar