Saatnya Sepak Bola Metro Bangkit

SEHARIAN kemarin saya beraktifitas di Kota Metro. Saya datang bersama manajemen Lampung United. Pukul 07.30 wib, kami kumpul di sekretariatan. Di Jl. Selagai, Kampus 15 A.

Setelah brifing kami bergegas. Kami menjumpai sejumlah tokoh sepak bola Metro. Diantaranya Syamsu Hidayat (Daeng Sam) dan Samsul Haq.

Kami bicara banyak soal sepak bola. Kota ini punya sejarah bagus soal sepak bola. Terutama sebelum pemekaran. Masih gabung dengan Lampung Tengah. Sekira era 70-80-an.

Itulah era kejayaan Persilat. Bahkan, Rahmad Daemawan (RD) pernah gabung dengan tim ini. Persilat berberapa kali mewakili Lampung di perserikatan.

Di Metro sendiri ada klub legendaris. Namanya Artajusi. Klub ini bentukan Daeng Sam. Langganan juara. Klub ini sekarang tinggal nama.

Ada juga Persikomet. Kalau prestasi tim junior belum kelihatan. Tapi kalau junior lumayan. Persikomet U-15 baru saja meraih juara ketiga nasional.

Kota Metro dikenal sebagai Kota Pendidikan. Tapi sangat pantas jika diberi gelar kota olahraga. Atau kota sepak bola. Mengapa demikian?

BACA:   Bima Sakti: Luis Milla Bilang Mohon Dukungan Suporter

Di Metro ada Sekolah Menenang Atas Negeri Olahraga (SMANO). Satu-satunya sekolah olahraga di Lampung. SMANO di bawah naungan Dispora Provinsi Lampung. Saat ini total siswanya 150 orang. Mereka berasal dari Subagsel.

SMANO Metro bisa dikatakan Sekolah Ragunan Lampung. Ada pendidikan sepak bolanya juga. Sekolah ini bisa menampung hingga 300-400 siswa. Ada asramanya. Siswa menginap di sana.

Saat bertandang ke sana, kelas 10 dan 11 sedang libur. Yang ada siswa kelas 12. Sedang mengikuti ujian nasional.

Di Metro sendiri ada 23 lapangan sepak bola. Termasuk Stadion Tejosari. Ini lapangan yang dikelola Dispora Metro. Belum termasuk lapangan-lapangan kecil.

Rumputnya umayan bagus. Standar untuk latihan. Lokasinya mudah dijangkau. Malah sebagian ada di pinggir jalan.

Ini juga mendorong manajemen Lampung United memilih Metro sebagai homebase. Setidaknya tim ini tak begitu sulit mencari lapangan untuk latihan.

Yang paling utama adalah wadah bagi pesepakbola berbakat di Lampung. Terutama Metro dan sekitarnya.

Langkah awal sudah dilakukan manajemen Lampung United. Merangkul para tokoh dan pelaku sejarah sepak bola Metro.

BACA:   Asian Games 2018, Indonesia Ditaklukkan Palestina 1-2

Alhamdulillah. Para tokoh sangat senang. Mereka siap all out demi prestasi sepak bola Metro.

Selanjutnya manajemen Lampung United memohon restu pemerintah setempat. Baik eksekutif maupun legeslatif. Surat permohonan audensi sudah disampaikan. Tinggal menunggu jadwal panggilan.

Kami berharap Walikota Pairin beserta jajaran punya semangat sama. Kalau masyarakat Metro jangan ditanya. Setiap orang dimintai tanggapan Lampung United homebase di Metro.
Mereka sangat setuju. Masyarakat mengidamkan tontonan laga tim profesional.

Miris jika Kota Metro tak punya prestasi sepak bola. Kuncinya bukan bisa atau tidak. Tapi mau apa tidak. Kalau mau, pasti bisa.

Semoga Lampung United bisa diterima. Berkiprah dan memberi prestasi. Untuk sepak bola Lampung pada umumnya. Khususnya Kota Metro. Semoga.(*)

Komentar