Sembunyikan Sabu di Alat Vital, Wanita Ini Divonis 12 Tahun Penjara

BALI, LAMPUNGWAWAI.COM –  Majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Made Karmiyanti yang menyatakan terdakwa yang beralamat di Jln. Menteng II Tanjung Pinang ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 135 ayat (1) UU Narkotika.Pasal tersebut menyebutkan, tanpa hak memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Namun majelis tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa.

Dimana, jaksa Kejati Bali itu sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun. Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis akhirnya memangkas hukuman terdakwa menjadi 12 tahun.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun, denda Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama enam bulan,” tegas hakim dalam putusannya.

Atas putusan ini, terdakwa yang tanpa menujukan eksepsi apa apa itu langsung menerima, sedangkan jaksa yang sebelumnya menuntut 15 tahun penjara menyatakan pikir-pikir.

BACA:   Kurangi Perokok Pemula, Bappenas Usulkan Harga Rokok Rp 10 Ribu per Batang

Diberitakan sebelumnya, dalam dakwaan terungkap, terdakwa bersama Suhardi pada hari Rabu tanggal 28 Februari 2018 berangkat dari Kepalauan Riu menuju Malaysia dengan menggunakan transportasi laut.

Sampai di Malaysia, terdakwa menelepon Amirul Afiq bin Yazzed dan membuat janji untuk bertemu di Bandara Sanai, Bangkok, Thailand sekitar pukul 23:00 waktu Thailand.

Singkat cerita mereka bertiga pun bertemu di Thailand dan mereka beristirahat di salah satu hotel. Namun tidak lama kemudian Amirul Afiq bin Yazzed pulang ke Malaysia dan dan datang kembali dengan membawa pacarnya.

Pada hari Sabtu tanggal 10 Maret 2018 sekitar pukul 17.00 waktu Thailand, saksi Suhardi ditelepon oleh seseorang bernama Abang. Kepada Suhardi, Abang mengatakan barang akan tiba dan Suhardi diminta menunggu di Loby.

Saat itu pula Suhardi langsung menuju lobi hotel. “Tapi karena di lobi hotel sepi, Suhardi kembali ke kamarnya,” ujar jaksa Kejati Bali itu dalam surat dakwaannya. Saat Suhardi berada dalam kamar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

BACA:   Unik, Anak Ini Diberi Nama Asian Games Karena Lahir 18 Agustus 2018

Setelah pintu dibuka, Suhardi bertemu dengan seorang perempuan bernama Dada yang mengaku orang suruhan Abang. Kemudian keduanya berjalan menuju toilet dan Dada memberikan tas yang dibawanya kepada Suhardi.

Setelah membuka isi tas yang ternyata didalamnya berisikan narkotika jenis shabu, Suhardi langsung memecah Narkotika tersebut menjadi 12 bungkus, dan memberikan kepada terdakwa empat bungkus yang langsung dimasukkan dalam kemaluannya.

Menurut pengakuan Suhardi, bila mereka berhasil membawa sabu tersebut mereka bertiga akan diberi upah Rp 25.000.000.

Namun apes, sebelum menikmati uang itu mereka lebih dahulu ditangkap pada hari Minggu tanggal 11 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 wita saat tiba di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai.(*)

Komentar

leave a reply