Terduga Teroris “R” Sering Jajan di Warungnya, Sujayin: Orangnya Gak Pernah Basa-basi

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Pemilik salah satu warung di Jalan Sam Ratulangi, Gang Bukit/Sadar, Penengahan, Bandar Lampung, Sujayin(65) mengatakan, terduga teroris berinisial R yang merupakan tetangganya tersebut kerap membeli jajanan ditempatnya. R biasa datang untuk membeli makanan ringan ataupun rokok beberapa batang.

“Kalau sedang ada dirumahnya dia (R) hampir setiap hari jajan di warung saya ini. Biasanya yang dibeli itu makanan ringan kayak snack-snack gitu sama rokok Surya dua atau tiga batang. Orangnya biasa aja cuman pendiam gak pernah ngajak ngobrol atau sekedar basa-basi,”ujar Sujayin, Minggu (10/03/19).

Ia juga mengatakan kalau R sendiri terakhir belanja di warungnya kira-kira Empat hari yang lalu membeli snack wafer. “Terakhir kesini sekitar empat hari kemaren beli wafer. Kalau jajan itu cuman bilang beli anu trus udah pergi, orangnya SJP (Sudah Jajan Pulang). Biasanya kalau orang lain yang jajan kesini kan ngajak ngobrol pepesan kosong lah,”tuturnya.

Sujayin juga kerap melihat R keluar rumah memakai baju koko ketika jam-jam ibadah untuk sholat ke Masjid. Menurut ia, R orangnya memang rajin ibadah sehingga dirinya kaget ketika mendengar berita R ditangkap sebagai terduga teroris.

BACA:   Ombudsman Lampung: Tahun 2018 Masih Di Dominasi Laporan Kepegawaian, Pertanahan, dan Adminduk

“Dia sering saya liat lewat jalan samping warung, rajin ke Masjid. Tapi seumur-umur kenal, saya gak pernah ngobrol sama dia, kalau jalan ya lempeng aja pulang dan pergi. Dan setahu saya dia itu kerjanya dagang dompet dan tas gitu, batu akik juga pernah. Jadi kaget aja semalam rame-rame banyak polisi dia ditangkep terduga teroris,”jelasnya.

Mengenai sifat R yang tertutup pun diakui oleh salah seorang tetangga rumahnya, Apriliani (23) yang menuturkan jika seumur dirinya tinggal berdampingan bersama tetangganya tersebut, R tidak pernah sekalipun berinteraksi dengannya walaupun hanya sebatas say hello saja.

“Gak pernah negor sama sekali, kalaupun lagi berpapasan dijalan gitu ya jojong aja dia lewat. Pernah saya tegor “mau pulang?” juga diem aja gak dijawab. Kalau ada hajatan dilingkungan sini pula orangnya gak pernah nongol, tapi kalau ibadahnya saya liat rajin suka ke Masjid,”ujar Lia.

Apriliani alias Lia mengaku kaget ketika tahu R ditangkap sebagai terduga teroris, berhubung loteng (atap) rumahnya tersebut dijadikan tempat untuk menaruh bom rakitan miliknya. “Kita semua kaget lah, panik apalagi rumah saya ini yang dijadiin tempat narok bom nya, kan ngeri kalau meledak bisa bablas nyawa kita,”paparnya.

BACA:   Dialog Terbuka OTT 3 Bupati, Pengusaha Lampung Komitmen Aktifkan KAD

 

 

 

Komentar