Tips Mendidik Anak, Eko J Saputra: Kenali 4 Karakter dan Penuhi Tangki Cintanya

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Mendidik anak itu bisa dibilang gampang-gampang susah sehingga memerlukan pengetahuan khusus (ilmu parenting) bagi para orang tua agar bisa mengasuh sang buah hatinya menjadi seperti yang diharapkan.

Direktur Utama Graha Inspirasi Lampung, Eko J Saputra, SE. C.Ht. saat mengadakan Seminar Parenting yang bertemakan “Super Parents” di Hotel Whiz Prime Lampung, Minggu (03/03/19) mengatakan, bahwa ada banyak cara mengasuh anak didalam ilmu parenting, salah satunya ialah dengan mengenal karakter sang anak.

“Sebelum mendidik anak, hal penting yang harus diperhatikan oleh para orang tua sekaligus guru disekolah ialah, mengenali 4 jenis karakter yang dimiliki oleh setiap anak. Karena setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda,”ujarnya dihadapan para orang tua dan guru yang mengikuti seminar tersebut.

Jenis karakter yang pertama, lanjut Eko ialah, Koleris (Si Kuat). Anak koleris ciri-cirinya yaitu keras kepala, sulit diatur, tidak bisa menerima kata “TIDAK” dan menyukai tantangan serta memiliki keinginan yang kuat.

Cara mengatasi atau berkomunikasi dengan anak koleris ialah, jangan bertele-tele atau menjelaskan hal-hal yang sudah mereka ketahui. Karena orang koleris berpikir dengan pola untuk menjawab pertanyaan “APA” dan berorientasi dengan hasil.

“kepada anak koleris, jangan pernah membuatkan mereka keputusan, tapi biarkan mereka yang menentukan, contohnya seperti kalimat “Kamu mau mandi sehabis nonton acara TV atau setelah selesai minum tehnya?, jangan memberikan kalimat seperti “Ayo setelah minum teh kamu mandi,” ujar Eko.

Yang selanjutnya ialah orang atau anak berkarakter Sanguinis (Si Populer). Cirinya mudah bergaul dengan siapa saja, menyukai humor/humoris, antusias dan enerjik. Sanguinis merupakan orang yang suka tampil beda, berkepribadian menarik sehingga sering diberi title “Nggak ada aloe nggak rame”.

“Orang sanguinis itu tipenya senang dipuji, namun kadang tidak disiplin dan suka meremehkan pekerjaan. Dia suka menjadi pusat perhatian, suka hal-hal yang praktis, bersosialisasi, tidak suka konflik, dan tidak suka dikucilkan. Tips berkomunikasi dengan anak sanguinis ialah membuat suasana yang hangat dan bersahabat, dan hargai prestasi mereka,”papar Eko.

BACA:   Pendemo Go-Jek Bawa Poster Unik, Hingga Karangan Bunga

Karakter lain yang dimiliki oleh seorang anak ialah Plegmatis (Cinta Damai). Bercirikan  suka menyenangkan orang lain, tampil adanya, mudah dipengaruhi dan sulit berkata “TIDAK”. Mereka juga memiliki sifat yang manis dan sentimental.

“Orang yang berkarakter Plegmatis itu, mereka tahu apa yang mereka suka. Mereka punya tempat, makanan, film, dan mood yang menjadi favourite. Mudah diajak bergaul namun enggan memulai, cenderung pendiam, tertutup dan bisa menjalankan hidup tenang dengan kecepatan yang tepat. Jadi tips berkomunikasi dengan anak seperti ini salah satunya ialah, tunjukan kesabaran saat menghadapinya terutama saat kita harus menjelaskan hal-hal yang sifatnya mendetail,”jelas Eko.

Lalu, karakter terakhir yang dimiliki oleh setiap orang ialah Melankolis (Si Sempurna). Eko memaparkan, orang atau anak berkarakter Melankolis, merupakan seseorang yang cakap dan berkompeten. Ciri khas yang bisa dilihat dari diri mereka ialah sangat teliti dan perfeksionis, selalu membuat perencanaan dengan matang, sangat berhati-hati dan mudah curiga.

“Anak Melankolis adalah orang-orang yang tidak suka membuat kesalahan dan cenderung mengikuti peraturan yang ada. Mereka sangat konsisten dan hampir tidak pernah salah dalam menyampaikan detail suatu cerita atau fakta. Karena itu, kebutuhan mendasar bagi anak model seperti ini aialah jawaban yang bermutu dan logis,”kata Eko.

Tips berkomunikasi dengan anak melankolis ini ialah selalu tepati janji kepadanya. Jikalau pun terpaksa tidak bisa menepati janji, berikan alasan detail yang bisa membuat ia memakluminya. Pun karena si melankolis selalu berpikir kritis, maka mereka cenderung berpikir dengan pola menjawab pertanyaan “MENGAPA?”.

Dari hal tersebut, orang tua yang memiliki buah hati si melankolis ini, bisa memotivasinya untuk bertindak dengan kalimat-kalimat pertanyaan sebagai contohnya “Menurutmu mengapa perlu mempelajari hal ini? Apa keuntunganmu”.

BACA:   Tegaskan Patuh Hukum, Ini Alasan Alzier Tak Datang Panggilan KPK

 

Penuhi Tangki Cinta Sang Anak

Didalam diri setiap anak, mereka memiliki sebuah Tangki Cinta yang dapat menerima, menampung, dan menyimpan cinta. Dalam hal ini, Eko J Saputra menuturkan, Tangki Cinta tersebut hanya bisa diisi oleh kedua orang tuanya, dan harus diisi pula setiap harinya.

Tangki Cinta pada anak itu harus diisi setiap hari oleh orang tuanya, karena, tangki tersebut kerap mengalami kebocoran atau kekosongan yang diakibatkan oleh pengalaman negatif yang diterima sang anak baik dari orang tuanya sendiri maupun orang lain. Diejek, dimarahi, perasaan malu, merasa tidak dicintai contohnya, itu mengakibatkan Tangki Cinta sang anak akan berkurang bahkan kosong,” ujar Eko.

Ciri-ciri anak yang Tangki Cinta nya penuh bisa dilihat dari perilakunya yang baik, dirinya merasa dicintai, diterima dan dihargai. Namun, perlu diwaspadai ketika anak terlihat gelisah, merasa tidak aman, bisa jadi Tangki Cinta nya sedang kosong.

“Nah, yang perlu diketahui untuk orang tua, ada 5 bahasa cinta yang dapat kita lakukan kepada anak-anak kita agar Tangki Cinta nya dapat terisi, dan masing-masing anak juga akan memiliki bahasa cintanya sendiri tergantung dari karakter yang dimilikinya, yaitu melalui: waktu yang berkualitas, kata-kata pujian/dukungan, sentuhan fisik, pelayanan, dan hadiah,”ujarnya.

BACA:   Menang Adu Penalti, Putrad PB Juara Liga 3 Zona Lampung

Waktu yang berkualitas maksudnya ialah, dimana orang tua bisa benar-benar meluangkan waktunya kepada sang anak tanpa ada embel-embel lain, hanya terkonsentrasi kepada buah hatinya tersebut. Lalu kata-kata pujian ialah dengan cara memberikan apresiasi kepada anak baik terkait prestasi ataupun perbuatan positif yang sudah dikerjakannya.

Yang ketiga ialah Sentuhan Fisik, yaitu berikan anak sentuhan langsung seperti elusan dikepala, ciuman, belaian, ataupun pelukan erat. Keempat, bahasa cinta yang dapat dilakukan ialah melalui Pelayanan, sebagai contohnya seperti membuatkan anak minuman atau jus ketika ia sedang belajar, menyiapkan pakaiannya, ataupun mengambilkan makanan untuknya. Namun hal ini dilakukan hanya dalam batas kewajaran saja, terhadap apa-apa yang belum bisa ia lakukan secara mandiri.

Yang terakhir ialah Hadiah. Pemberian hadiah merupakan salah satu teknik bahasa cinta untuk mengisi tangki cinta sang anak. Tidak harus berupa barang-barang yang mahal, namun lebih ditekankan kepada makna yang dikandung ataupun momen yang tepat ketika diberikannya hadiah tersebut kepada sang anak.

“Semua orang memiliki kelima bahasa cinta ini, namun perbedaannya adalah, ada yang dominan pada diri kita. Jadi, untuk mengenali bahasa cinta mana yang dominan pada anak, kita bisa memperhatikan ucapan saat ia mengungkapkan perasaan sayang ke orang disekelilingnya, dan perhatikan pula apa yang paling sering dikeluhkan anak.  Ketika orang tua mengenali bahasa cinta anaknya, maka akan semakin mudah memenuhi Tangki Cinta nya dan membuat ia merasa dicintai orangtuanya. Orang dewasa mampu mengisi Tangki Cinta nya sendiri dengan banyak tehnik, sedangkan anak-anak belum mampu mengisinya setiap hari, itu yang harus dipahami,”tutup Eko.

 

 

 

Komentar