Training Kader SSR TBC-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – SSR TBC-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan “Train Community  Cadre For Active Case Finding”  pada tanggal 22 & 23 Maret 2019 bertempat di Aula Lt.2 BTM BIMU Jl. PulauTegal No.17 Way Dadi, Sukarame. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader  agar secara terampil dapat menemukan terduga TBC (Tuberculosis) dengan beberapa strategi, diantaranya dengan penyuluhan, investigasi kontak, ketuk pintu serta melakukan pendampingan pengobatan kepada pasien TBC di Bandar Lampung.

Koordinator SSR TBC-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung, Pristi Wahyu Diawati, menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya untuk menemukan kasus TBC secara aktif massif dan sistematis. Pelibatan kader komunitas dapat membantu program penanggulangan TBC dengan menitik beratkan pelibatan masyarakat, yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untukmasyarakat.

“Salah satu strategi kami dalam penemuan kasus TBC secara aktif adalah dengan melakukan penambahan kader, sebagai ujung tombak di lapangan. Setelah para kader yang berjumlah 30 tersebut melakukan Train Cadre For Active Case Finding selama 2 hari dikelas, selanjutnya mereka melakukan praktek penyuluhan dilapangan mulai hari ini, Senin (25/03/19) sampai beberapa hari kedepan yang disebar dibeberapa Puskesmas Bandar Lampung. hal ini kita lakukan untuk menyulam kader sebelumnya yang tidak aktif,”ujarnya.

BACA:   Bayi Hubungan Gelap Dibuang ke Sungai

Diharapkan melalui kegiatan tersebut, dapat menghasilkan kader berkualitas, sehingga semakin banyak kasus TBC yang dapat ditemukan dan semakin banyak pasien yang diobati sampai sembuh. Sesuai slogan TBC-HIV Care ‘Aisyiyah yaitu TOSS TBC, “TEMUKAN OBATI SAMPAI SEMBUH TBC”.

Kader SSR TBC-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung sendiri, lanjut Pristi, dalam melakukan pencarian penderita TBC dilapangannya yaitu dengan melakukan beberapa strateginya seperti penyuluhan, ketuk pintu, dan investigasi kontak.

“Jenis penyuluhannya sendiri ada berbagai macam yang kita lakukan, seperti di tempat-tempat khusus (LP, sekolahan, dan Pondok Pesantren). Lalu strategi Ketuk Pintu yang kita jalankan dengan langsung mendatangi rumah-rumah warga (Door to door). Sedangkan, investigasi kontak kita lakukan secara terfokus, artinya kita mencari pasien yang memang sudah positif TBC,”ujar Pristi.

Sampai saat ini, hampir seluruh Puskesmas yang ada di kota Bandar Lampung sudah terdapat kader-kader SSR yang siap membantu dan mendampingi para penderita TBC. Ditahun 2018 sendiri, capaian penemuan suspek TBC  oleh SSR TBC-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung di Bandar Lampung melampaui target, dari target awal penemuan sebanyak 4000 orang, ternyata hasil akhir yang didapat ada sebanyak 6000an orang suspek TBC kepada 24 Puskesmas yang dipegang oleh SSR Kota Bandar Lampung.

BACA:   Vaksin Belum Kantongi Sertifikat Halal, Kadiskes: Yang Tidak Mau, Tidak Kami Paksa

“Artinya, kontribusi kami dalam temuan suspek TBC kepada Dinas Kesehatan sebesar 40 persen. Sementara itu, target program capaian suspek TBC kami di tahun 2019 ini ada sebanyak 10 ribuan orang,”paparnya.

 

 

Komentar