Waspada, di Arena Lampung Fair 2018 Banyak Ular Berkeliaran?

BANDARLAMPUNG, LAMPUNGWAWAI.COM – Awas ada beberapa ekor ular Sanca berkeliaran di Lampung air 2018, salah satunya memiliki panjang kurang lebih 3 meter. Banyak pengunjung disana yang lari tunggang langgang dan ketakutan bahkan menjerit, apalagi kaum hawa yang merasa geli ketika melihat ular-ular tersebut.

Ular-ular ini biasanya terlihat di Lampung air mulai pukul 19.00WIB tepat di tengah kerumunan pengunjung yang sedang hilir mudik.

Namun jangan khawatir, ternyata binatang yang memiliki nama latin Phyton dan merupakan jenis ular pembelit yang bisa meremukan tulang korbannya bahkan yang memiliki ukuran lebih besar dari ular tersebut ternyata sudah jinak.

Binatang melata ini sengaja dihadirkan oleh Atrox Snake yaitu sebuah komunitas pecinta satwa reptile dan satwa melata ular tersebut sebagai ajang edukasi kepada masyarakat bahwasanya ular bukan satwa yang harus ditakuti melainkan dikenali lebih dekat agar masyarakat tidak salah kaprah dan menilai negative.

Divisi Sosialisasi Atrox Snake Lampung, Nandang mengatakan pihaknya ikut hadir disana sejak gelaran LF 2018 diadakan.

BACA:   'Adu Kambing' dengan Truk, Pengendara Mio Tewas

“Disini kita bawa beberapa ekor ular Sanca yang sudah jinak dan langsung beraksi ditengah-tengah pengunjung agar mereka bisa melihat langsung ular-ular ini. Memang awalnya banyak yang takut untuk mendekat, tapi pelan-pelan kita edukasi dan Alhamdulillah banyak juga pengunjung yang akhirnya gak merasa takut lagi, minimal sudah menganggap ular bukan sebagai ancaman,”tutur Nandang.

Dia juga mengatakan kalau ular memiliki dua jenis yaitu tak berbisa dan berbisa, namun pada umumnya ular tidak akan menyerang jika kondisinya tidak terancam atau diganggu oleh manusia.

“Banyak sekali temuan di lapangan ketika manusia bertemu dengan ular di alam itu langsung dibunuh, sebenarnya kita hanya cukup menghindari atau menjauh saja agar keberadaan kita tidak mengganggunya,” paparnya.

Selain itu, salah satu angggota Atrox Snake, Ridho mengatakan, pihaknya hampir setiap malam membawa Tiga sampai Enam ekor ular jenis Sanca yang berbeda ukuran pula sebagai ajang sosialisasi masyarakat sekaligus mengajak Foto bersama ular.

“Cara bersosialisasi kita kepada masyarakat khsusunya di sini yaitu mendekati pengunjung terutama yang masih takut dengan ular sampai kira-kira rasa takutnya kepada ular minimal sudah menurun, dan pelan-pelan kita suruh pegang dan ajak berFoto ria,” ujarnya.

BACA:   Terjungkal dari Motor, Karyawan Bank Mengaku Beruntung

Salah satu pengunjung, Resi mengatakan awalnya ia memang merasa takut sekali dengan ular, jangankan memegangnya, melihatnya saja rasanya badan terasa lemas.

“Tadinya saya takut banget sama ular, geli rasanya. Tapi setelah diliat-liat ular itu ternyata lucu juga apalagi kalau sudah jinak begini, jadi intinya gak harus ditakuti secara berlebihan karena mereka gak akan menyerang kita kalau gak diganggu,”ucapnya.

Diketahui bahwa ular yang dibawa oleh komunitas Atrox Snake tersebut merupakan ular Piton berjenis Sanca Kembang (Python reticulatus) yang merupakan jenis ular terpanjang didunia dan Sanca Afrika yang memiliki motif yang cantik sehingga pengunjung disana seain banyak yang takut pun, banyak pula yang ingin berfoto ria dengan ular-ular tersebut.(yga)

Komentar

leave a reply